SEKILAS INFO
: - Selasa, 30-11-2021
  • 2 bulan yang lalu / MTsN 2 PONTIANAK PERTAHANKAN PIALA  LOMBA CERDAS CERMAT PERMUSEUMAN
  • 5 bulan yang lalu / PENGUMUMAN PPDB TAHAP 2 JALUR REGULER MTs NEGERI 2 PONTIANAK TAHUN PELAJARAN 2021/2022
  • 5 bulan yang lalu / MTs NEGERI 2 PONTIANAK RAIH PRESTASI NASIONAL  AJANG OMNAS 10 ONLINE  EMERALD EDUCATION CENTER
MERDEKA BELAJAR, KEBEBASAN YANG TERBELENGGU Oleh : Nur Izzaturohmah, M. Pd

Akhir-akhir ini sering kita dengar istilah Merdeka Belajar. Merdeka Belajar adalah program kebijakan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim. Menurut Nadiem Esensi kemerdekaan berpikir, harus didahului oleh para guru sebelum mereka mengajarkannya pada siswa-siswinya. Nadiem menyebut, dalam kompetensi guru di level apa pun, tanpa ada proses penerjemahan dari kompetensi dasar dan kurikulum yang ada, maka tidak akan pernah terjadi pembelajaran .

Lebih jauh Nadiem mengatakan Pada tahun mendatang, sistem pengajaran juga akan berubah dari yang awalnya lebih banyak bersifat classical berada di dalam kelas akan diubah lebih banyak di luar kelas. Nuansa pembelajaran akan lebih nyaman, karena murid dapat berdiskusi lebih dengan guru, belajar dengan outing class, dan tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi lebih membentuk karakter peserta didik yang berani, mandiri, cerdik dalam bergaul, beradab, sopan, berkompetensi, dan tidak hanya mengandalkan sistem ranking, yang menurut beberapa survei hanya meresahkan anak dan orang tua saja, karena sebenarnya setiap anak memiliki bakat dan kecerdasan yang berbeda-beda. Nantinya, akan terbentuk para pelajar yang siap kerja dan kompeten, serta berbudi luhur di lingkungan masyarakat.

Sebenarnya, Program yang dicanangkan oleh Bapak menteri ini, sesuai dengan perubahan dan perkembangan zaman saat ini, karena pembelajaran in class terkadang membosankan sehingga berpengaruh pada motivasi belajar siswa. Terlebih lagi jika Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di mulai dari pagi hingga sore hari. Bayangkan, hampir 9 jam siswa harus berada disekolah untuk belajar setiap harinya, pastinya mereka akan merasa jenuh dan tidak fokus untuk menerima materi pelajaran jika semua mata pelajaran disampaikan di dalam kelas. Terlebih lagi jika penyampaian materi oleh guru tidak menarik, pastinya ini akan menjadi mimpi buruk bagi siswa yang harus dijalani setiap harinya.

Dengan adanya Merdeka belajar sebenarnya guru diberikan kebebasan dalam berinovasi untuk mengembangan pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan sehingga akan lahir peserta didik yang berani untuk menyampaikan pendapatnya, mengeluarkan ide-ide kreatif atau bahkan menciptakan segala sesuatu yang baru yang berkaitan dengan materi yang didapatnya selama belajar. Peranan guru sangatlah penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, karena disini guru diibaratkan sebagai sutradara sekaligus aktor yaitu sebagai perencana, model, pembimbing, pelaksana, bahkan yang bertanggung jawab atas terlaksana tidaknya suatu pembelajaran. Selain dituntut untuk menguasai materi, guru juga harus memahami karakter peserta didik sekaligus penguasaan kelas yang baik agar tercipta pembelajaran yang bermakna bagi guru maupun siswa itu sendiri.

Merdeka belajar bagi pendidik akan menjadi terbelenggu jika dihadapkan dengan kebijakan-kebijakan yang justru dapat mematikan kreativitas seorang guru dalam mengajar, sehingga hal ini justru akan membatasi ruang gerak guru dalam mengembangkan ruh keilmuwannya dalam proses pembelajaran. Sebagai contoh setiap guru wajib membuat dan menyiapkan perangkat pembelajaran sebelum pembelajaran dilakukan. Tetapi, terkadang justru akan mematikan ruh keilmuwan itu sendiri, ketika harus mengikuti sistematika yang sudah dibuat dalam pembelajaran yang kita siapkan karena harus disesuaikan dengan kurikulum yang sudah dibuat oleh pemerintah. Oleh sebab itu, agar merdeka belajar tetap bisa diimplementasikan seorang guru harus bisa memisahkan antara tuntunan formalitas dan tuntunan kreativitas. Yang formal dipenuhi secara formal, yang kreatif lakukan secara makna kreatifnya. Tuntunan formalitas tetap terpenuhi, namun ruh keilmuwan tetap hidup dalam raga aktivitas yang kreatif.

Selamat menjalankan tugas mulia bagi para pendidik khususnya di MTs Negeri 2 Pontianak, yang memasuki semester genap dengan Pembelajaran Jarak Jauh (daring). Semoga Allah selalu melimpahkan kesehatan, keselamatan dan Perlindungan bagi seluruh pendidik, peserta didik dan stakeholders yang ada di MTs Negeri 2 Pontianak.  Tetaplah bersemangat dalam memberikan yang terbaik untuk peserta didik, apapun itu. karena seorang pendidik paham, kelak di akhirat bisa jadi salah satu dari muridnya akan mengulurkan tangan kepadanya, menariknya menuju surganya Allah Azza Wa Jalla. Aamin Ya Robbal ‘Alamin.

1 komentar

Fatmini, Senin, 17 Mei 2021

Aamiin,yaa Robbal ‘Aalamiin

Balas

TINGGALKAN KOMENTAR

MTsN 2 Pontianak